Resensi Buku, Komputer Rekayasa Struktur dengan SAP2000

Judul Buku : Komputer Rekayasa Struktur dengan SAP2000 Penulis : Wiryanto Dewobroto Jumlah Halaman : xxiv+166 Penerbit : Lumina Press (www.lumina-press.com)

Judul Buku : Komputer Rekayasa Struktur dengan SAP2000
Penulis : Wiryanto Dewobroto
Jumlah Halaman : xxiv+649
Penerbit : Lumina Press (www.lumina-press.com)

Menulis lagi!

Tulisan ini adalah resensi atau mungkin lebih tepat dikatakan sebuah “perayaan” atas terbitnya sebuah buku tentang SAP2000, Komputer Rekayasa Struktur dengan SAP2000 karya Wiryanto Dewobroto. Buku ini merupakan karya kedua beliau yang aku punya dan seperti kata penulisnya, merupakan pembaruan buku sebelumnya, Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000 edisi baru, warna merah pada foto diatas, terbitan 2007.

Mengapa patut di-”rayakan”?


Di pasaran, buku tentang SAP2000 telah cukup banyak beredar. Ada yang ditulis seseorang yang nama tak tertulis sebagai penulis pada buku tersebut, sampai buku yang penulisnya memiliki bejibun gelar. Namun buku-buku tersebut, setelah membacanya, hanya akan mengantar kita untuk bisa menjalankan sebuah “program kalkulator besar” bernama SAP2000, tanpa tahu atau memperoleh penjelasan tentang latar belakang program tersebut bekerja. Bisa mengoperasikan saja, jika menyangkut program SAP2000 tak akan membuat kita lebih paham tentang apa sebenarnya kita kerjakan dengan program itu.

Pemahaman. Inilah kata kunci terpenting yang ditawarkan buku yang bersampul konstruksi bangunan tinggi lengkap bersama tower crane-nya ini. Dari bab 1 sampai bab 9 kita tidak sekadar disodori bagaimana mengoperasikan sebuah program dengan beragam fiturnya, melainkan diperdalam dengan latar belakang informasi yang menunjang dan memperkuat pokok pembahasan utama. Atas pendalaman dan kekuatan materinya buku ini patut dirayakan. Ya, karena tak banyak orang melakukan itu.

Sebelum melangkah pada hiruk pikuk tentang apa yang ditawarkan SAP2000, Pak Wir, demikian beliau sering disapa, pada bab 1, Dasar-dasar Rekayasa Struktur Berbasis Komputer, diuraikan panjang lebar tentang prinsip kerja komputer dalam rekayasa struktur. Bagaimana program bekerja dan pendekatan-pendekatan didalamnya. Sementara bab 2, Formulasi Element Frame dan opsi-opsinya, berisi latar belakang teori dan formulasi yang umum dipergunakan dalam program-program rekayasa semacam SAP200.

Bab 3, Mengenal SAP2000 dan Cara Pakainya, barulah beliau memulai memaparkan antarmuka serta penjelasan rinci tentang bagaimana fitur SAP200 dipergunakan.

Pada bab 4, Aplikasi Element Frame, bisa jadi merupakan faktor pembeda jika dibanding banyak buku SAP2000 lainnya. Bab ini, menurut Pak Wir, dapat dikatakan sebagai isi buku ini. Pada bab ini pembahasan beragam kasus aplikasi element frame ditampilkan dengan begitu apik sehingga pembaca cukup mudah mengikuti dan mencobanya langsung. Pada setiap kasus yang ditampilkan, pembahasannya disertakan referensi atau sumber-sumber yang memperkuat pembahasan. Ini yang mempesona penulis karena dengan begitu kita dituntun untuk selalu lekat bahwa ini adalah perihal teknik sipil, bukan persoalan mahir menjalankan program semata.

Bab 5, Desain Struktur Beton, dan bab 6, Desain Struktur Baja, pembahasan fokus pada dua material Beton dan Baja. Pada dua bab ini, kemewahan buku ini makin terlihat. Selain menampilkan bagaimana melakukan proses desain menggunakan SAP2000, menampilkan keluaran-keluaran desain, juga disertakan proses desain secara manual. Dikatakan mewah karena dapat dibaca bahwa Pak Wir tidak ingin pembacanya terpisah jarak antara proses komputerisasi engineering dengan perhitungan manual. Perhitungan manual tak jarang dijumpai menjadi barang langka dan sering diabaikan oleh mereka yang baru bisa mengoperasikan SAP200 ini.

Ketika orang baru bisa SAP2000 terkadang terlihat ada ephoria berlebihan dalam melakukan perhitungan struktur. Sedikit-sedikit SAP, sedikit-sedikit SAP. Jadilah “sap1” dengan manualnya. Tak jarang pengguna SAP2000 dapat mudah mengatakan bahwa penampang sebuah profil baja tidak kuat karena stress-rasionya lebih dari satu, tapi tak mampu menjelaskan apa itu stress-rasio dan mengapa itu terjadi. Atau pada desain beton, tak jarang dijumpai asal warna sudah hijau, maka aman. Tentang apakah tulangannya adalah tulangan minimum dikesampingkan karena (yang penting) sudah ngga merah lagi (overstress).

Bab 7, Struktur Membran dengan Element Shell, pembahasan melangkah pada element shell. Ketika membaca bagian ini, ingatan penulis seperti dikirimi kembali paket teori elemen hingga. Ya, walaupun latar belakang SAP2000 adalah elemen hingga, “penampakan” elemen hingga ini lebih terlihat pada pembahasan element Shell.

Bab 8, Engineering Judgement, merupakan bab yang menurut penulis paling ingin duluan dibaca orang dibanding bab-bab lain. Bab ini membahas tentang engineering judgement alias intuisi atau naluri engineering seorang civil engineer. Disini ditekankan bahwa hasil keluaran sebuah program canggih tak serta merta harus diterima dengan bulat-bulat. Perlu sebuah pemahaman yang benar-benar-benar dalam membaca dan mengartikannya, yang hanya mungkin diperoleh dari seringnya mencoba, latihan dan pengalaman-pengalaman sebelumnya. Mungkin sederhanya, dapat dikatakan logika saja tidak cukup tanpa mekanika dan mekanika saja tidak cukup tanpa logika. Ini kalimat yang penulis sadur dari ucapan boss di kantor. Dibutuhkan lebih dari sekadar logika atau mekanika dalam menilai sebuah struktur bangunan.

Bab penutup, alias bab 9, Analisis Struktur Tingkat Lanjut Tekuk/Buckling, merupakanan pembahasan advance tentang fitur pada SAP2000 yang lebih baru dibanding rujukan utama SAP2000 student version 7.4.

***

Sebagai sebuah buku update dari buku sebelumnya, wajar jika isi buku 649 halaman terbitan Lumina Press ini isinya sebagian besar merupakan isi terbitan sebelumnya. Updatenya apa? Pendalaman beberapa materi beberapa bab 1,2,3,5 dan 6.

Buku ini, sangat tepat menjadi salah satu rujukan bagi pengguna SAP2000 baik pemula maupun mahir. Seperti penulis sampaikan diatas, Pak Wir (sepertinya) tidak ingin pembaca terlepas atau tercerabut dari akar teknik sipil menjadi dan sekadar operator program. Pemahaman teori dan latar belakangn teknik sipil jauh lebih penting dari sekadar operasional program. Apapun kecanggihan program itu point pentingnya tetap manusia yang mengoperasikannya.

Kekurangan buku ini? Seperti Pak Wir sendiri pernah bahas di salah satu respond atas komentar yang masuk di blog-nya, buku ini baru membahas pemodelan element frame dan shell. Belum lagi solid, juga belum membahas hal-hal lain yang sering menjadi pertanyaan, tentang apakah SAP bisa dipergunakan untuk menghitung baja ringan? Tentang Bagaimana SAP2000 diintegrasikan dalam BIM? dengan Tekla misalnya?

Seandainya semua itu dibahas, pertanyaan yang muncul bagi penulis adalah, sanggup beli ga? Karena pastinya akan sangat tebal! Mungkin, akan ada seri-seri lanjutannnya yang akan memperkaya khasanah referensi teknik sipil kita.

Menulis resensi selesai.

Bagi yang berminat memperoleh buku ini silakan langsung menuju lapak Lumina Press.
Selamat membaca.

sap1, dalam bahasa Bali artinya lupa.

3 thoughts on “Resensi Buku, Komputer Rekayasa Struktur dengan SAP2000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>