Memahami dan Menghargai Pekerja Proyek

Tulisan ini berangkat dari komentar seorang kawan, yang menulis tentang pekerja proyek. Menghadapi dan memahami pekerja proyek merupakan pekerjaan yang gampang-gampang susah.

Seorang Pekerja Proyek Tersenyum Siap-siap di foto
Seorang Pekerja Proyek Tersenyum Siap-siap di foto.

Kebanyakan dari pekerja proyek -diluar level managerial-, adalah mereka yang menjadikan pekerjaanya sebagai pilihan terakhir dari banyak pilihan pekerjaan atau karena mereka memang tak punya pilihan lain. Jika anda melamar pekerjaan sana-sini ditolak dan berbelit-belit, segeralah datang ke sebuah lokasi proyek, mintalah pekerjaan pada seorang mandor, niscaya tanpa syarat yang berbelit-belit anda akan segera memiliki pekerjaan baru.

Dengan tingkat pendidikan rata-rata paling dasar, kebanyakan dari mereka cenderung menerima apa adanya situasi kerja yang mereka hadapi dan memiliki kecenderungan mudah emosi apabila diperlakukan sedikit saja tidak hormat atau dilecehkan. Mereka pun, punya kecenderungan lain yang tak terlalu peduli pada keselamatan kerja mereka sendiri.

Seorang pekerja proyek, tertidur lelap dalam sebuah planterbox yang belum selesai
Seorang pekerja proyek, tertidur lelap dalam sebuah planterbox yang belum selesai

Situasi yang dipenuhi aroma serba “terpaksa” tersebut, diperparah dengan sistim pengupahan yang seringkali tak berpihak pada mereka. Gaji harian seorang pekerja proyek di bali -sebagai gambaran- berkisar antara 30-35 ribu rupiah. Kisaran nilai gaji harian itu dinilai oleh mandor dan kurang lebihnya ditaksir berdasarkan pengalaman kerja, sementara penilaian itu sendiri bersifat subjektif dari mandor yang mempekerjakannya.

Tentu sebagaian dari kita akan bertanya, kenapa mandor? dan bukannya perusahaan atau kontraktor yang menggaji? Jawaban untuk itu akan jauh lebih panjang dan keluar konteks dari tulisan ini. Diwaktu lain, akan kita lihat bagaimana hubungan kerja yang umum terjadi dalam sebuah proyek.

Markas Besar Pekerja proyek alias bedeng
Markas Besar Pekerja proyek alias bedeng

Jika pekerjaan ada dan kondisi kesehatan memungkinkan, mereka bekerja rata-rata 8 jam per hari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan. Dengan asumsi mereka dibayar 30ribu per hari, perbulan maksimal mereka bisa memperoleh penghasilan 900ribu rupiah dipotong biaya makan dan dipotong lagi oleh mandornya. Sisanya? Dikirim ke kampung untuk anak istri. Di lokasi proyek sendiri, mereka tinggal di bedeng-bedeng yang jauh dari nyaman, berjubel jubel dan kontras dengan apa yang mereka kerjakan. Mereka bekerja untuk membangun sebuah bangunan -misalnya- yang megah dan di desain untuk kenyamanan hidup yang tinggi. Terbayang bagaimana mereka menjalani hidupnya?

Dari banyak pengalaman yang bisa disimak, diperlukan trik-trik khusus untuk menghadapi pekerja proyek. Intruksi yang pasti dan perlakuan yang bersahabat adalah kata kunci terpenting. Perilaku pengawas atau pelaksana proyek yang arogan, cenderung sok atau terlalu merendahkan pekerja proyek, seringkali berujung pada melayangnya palu atau batu ke kepala mereka sendiri.

Pekerja proyek, akan merasa tersanjung apabila mereka di perlakukan manusiawi, diperlakukan bersahabat dan terkadang, di dengar pendapatnya atau sesekali diberi pujian. Mereka bisa terima gaji rendah, tapi tidak perlakuan yang tidak manusiawi. Pendekatan yang paling mudah dan menggairahkan mereka adalah makan gratis. Maka, sesekali, antarkan beberapa kilo ikan untuk mereka bakar plus beberapa krat beer. Niscaya besoknya pekerjaan terasa mulus.

13 comments on “Memahami dan Menghargai Pekerja Proyek

  1. Sip. Apik tenan. Bagus tenan reportase soal pekerja proyek ini. Aku hanya bisa menghela nafas ketika membaca tulisan ini. Begitu merana nya mereka, jika itu aku yg menjadi pekerjanya. Soal hidup mereka, gambaran upah, tidur, alur uang upah, dan cara memperlakukan mereka, baru tahu disini Pak. Aku ambil foto buruh yang tidur dibawah pohon itu kebetulan saja. Dan merasa kasihan. Ternyata, disini lebih komplit. Thanks rip. Dengan menuliskan tentang mereka, kamu telah berikan manfaat ilmu dan gambaran hidup kepada pembaca. Tetap menulis bro….

  2. Saya malah pernah baca/nonton tentang para pekerja galian, jadi mereka itu bawa-bawa cangkul ama pengki(saya gak tau bahasa indonesianya). Ngumpul2 di pertigaan gitu.
    Dan parahnya belum tentu setiap hari mereka kerja. Malah ada yang uda sebulan gak dapet kerja.
    Trus mereka juga cuma makan sekali sehari.
    Uda gtu, klo gak kerja, berarti makannya ngutang dulu…

  3. yang kayak gitu banyak di jakarta, mereka berkelompok dan tidur di kolong jembatan layang….bekal makan mereka bawa dari kampung untuk bertahan dan mempertahankan diri. jika dapat kerjaan, ada sedikit senyum,…jika terlallu lama tidak…ini terkadang bibit kriminalitas

  4. Q salut ama anda ternyata masih ada juga orang yang bersimpati dgn golongan bawah…….2 tahun lalu Q juga pernah bekerja bagunan ,bukan di indonesia tapi di malasia……Q sekarang juga coba untuk mengetengahkan kaum bawah…biarun bukan lewat tulisan tapi lewat media lain…….

  5. Betul skali, sebagai seorang site manajer ,pimp proyek, atau palaksana proyek, tidak boleh arogan…, atau terlalu merendahkan buruh, krn pada porsinya memang manajer/plaksana brada diatas.. tp pada hakekatnya sama sama sebagai pekerja proyek.. kebetulan saya seorang arsitek dan terjun di dunia konstruksi, memahami betul bagaimana kondisi para buruh, mereka digaji oleh mandor, sementara para mandor mendapatkan uang dari nilai borongan kepada kontraktor project, jadi mandorlah yang menentukan besar kecilnya upah mereka…., adapun plaksana proyek sebenarnya tidak diperbolehkan menegur/memerintah tukang/buruh, tetapi.. bisa menegurnya melalui mandor yang ada.. untuk selanjutnya dikembalikan ke mandor sebagai atasan dari para buruh.. sekian trimakasih..

    • Yang saya tau gaji seorang pelaksana itu d atas 2jt, +um+transport dan kdang sk mtong uang kuli bongkar jg, di itung2 sebulan bs nyampe 4jt+.

  6. Uraian diatas benar adanya,sy dpt mengatakan demikian krn saat ini sy kerja sebagai tukang di sebuah proyek pembangunan apartemen di jakarta selatan.Sebelumnya lbh dr 12 thn sy adalah seorang pedagang.nmn sy bangkrut thn 2012.bagi sy dan rekan kerasnya pekerjaan,Gaji kecil,bedeng tmpt tgl adalah biasa.tp ada satu hal paling penting buat kami yaitu lembur,jika suatu proyek minim lemburnya,mk kami tdk akan bertahan lama kerja disitu,kami akan keluar untuk mencari proyek lain yg banyak lemburnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *