Cerita BT tentang Pemborong dan Mandor

Berikut ini adalah obrolan seorang pemborong “ulung” dan mandor “ahli”nya.

Bertanya si pemborong kepada mandornya,

“Pak Man (maksudnya pak Mandor), gimana tulangan kolom pojok-pojok itu pake besi biasanya aja berani ga?”

Si Mandor menoleh pada satu area dimaksud sang pemborong, berfikir sejenak, lalu menjawab,

“Berani pak. Kenapa ngga.”jawab si mandor dengan percaya diri.

“Campurannya gimana?” “Campuran biasa berani kok pak.”

“Ya udah. Nanti tak orderin materialnya. Bekistingnya pake triplek yang kemaren aja ya..”

“Udah pada meleyot pak..”

“Halah..nanti di servis dikit trus betonnya nanti diplester..”

“Ya dah pak. Terserah bapak dah..”

Obrolan, cukuplah dikutip sampe disana. Singkat cerita, proyek yang dimulai. Si pemborong “ulung” dengan mandor “ahli” nya, merencanakan semua kebutuhan proyek bersama si mandor dengan dasar yang sama-sama “berani”, dan spesifikasi yang “biasanya”.

Proyek pun berjalan dengan lancar, kalo pun ada struktur yang jeblok sana-sini mereka punya senjata pamungkas untuk mengatasinya:plester. Setelah proyek selesai, dengan penuh bangga dan percaya diri, si pemborong, didampingi mandor kesayangannya, menyerahkan bangunan kepada si pemilik. Sampai disitu, semua pihak berbahagia. Pemborong dan mandor bahagia karena telah menyelsaikan proyeknya, sementara Pemilik berbahagia karena bangunan barunya telah terbangun seperti yang dia inginkan.Dalam benaknya, bangunannya ini jika dijual, untungnya akan berlipat.

***

Kawan, Apa yang salah dari cerita ini. Cerita ini, fakta atau imajinasi? Adakah yang bisa membantu Bung Tekno untuk memahami cerita diatas?

4 comments on “Cerita BT tentang Pemborong dan Mandor

  1. Nah ini dia….satire yang umum terjadi …itu fakta loh…
    Asal kerjaan bisa selesai, ya udah, nggak usah mikir kualitas, nggak usah mikir tetek bengek perencanaan, dan masa bodo keselamatan…terima duit, habis perkara…! *miris

  2. ha….ha….ha….
    Moga aja ga ada yang merasa owner sebuah proyek yang membaca blog ini!!!
    Amin…
    Ato dah menjadi rahasia umum!!?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *