Kepuasan Hati Kontraktor

Kapankah seorang kontraktor bisa berpuas hati?

Ini sebuah pertanyaan sederhana, tapi sayangnya jawabannya tak selalu sederhana. Beberapa orang kontraktor mungkin akan menjawab ketika termin pembayaran terakhir tiba. Beberapa akan menjawab ketika serah terima kunci terlaksana. Beberapa akan menjawab ketika target waktu pelaksanaan tercapai. Jawaban yang lain, bisa karena keuntungan yang berlipat atau assetnya bertambah.


Semua jawaban itu sah dan bisa dibenarkan. Tapi taukah anda jawaban mana yang paling aku sukai? Tidak satu dari jawaban diatas, melainkan jawaban seorang teman yang pernah aku wawancarai untuk sebuah tabloid properti yang sekarang ga jelas kabar juntrungnya.

Jawabannya begini:

“Buat saya, yang membuat saya puas adalah senyum klien ketika saya tepat waktu menyerahkan proyeknya dan senyum bahagia klien tersebut ketika bertemu saya lagi di lain waktu.”

Jawabannya sederhana bukan? Dibalik itu, kawan, maknanya cukup dalam. Senyum bahagia klien bisa diartikan sebagai tanda kepuasan. Senyum bahagia dihari lain adalah yang terpenting karena bisa diartikan bahwa dia benar-benar bahagia dengan hasil pekerjaan kita.

Kenapa senyum dihari lain penting? Pada hari pertama serah terima, mungkin kebahagiaannya semata-mata karena sebagian impiannya memiliki sebuah properti telah tercapai. Sementara senyum dihari lain bisa jadi karena semua fungsi yang dia inginkan berjalan sebagaimana yang di impikan. Terlebih jika hasil akhir itu benar-benar bisa mencerminkan karakter pribadinya.

Hal sebaliknya, mungkin bisa terjadi. Silakan dibayangkan bagaimana jika setelah serah terima, kemudian mereka tinggal lalu beberapa waktu kemudian tiba-tiba atap bocor? Juga jika ternyata kloset tiba-tiba mampet? Atau yang konyol, langit-langit yang indah tiba-tiba jebol? Diyakini tak akan ada senyum dihari lain, sebaliknya yang ada adalah komplain dan kekecewaan. Plus satu lagi, nama buruk.

Nah, untuk memperoleh senyum dihari lain itu sejatinya pun tidak mudah. Dibutuhkan kesabaran, ketabahan, kejujuran dan komitmen kerja yang tinggi. Taat asas pada spesifikasi yang telah ditentukan dan atau respek pada desain yang ada adalah syarat yang tak bisa ditawar apalagi diabaikan. Jika sampai abai, siap siap saja menerima telepon tengah malam dari orang yang klosetnya tiba tiba mampet atau pintunya ga bisa dikunci.

Dan jangan diremehkan pula, hasil positif jika kita bisa membuat klien tersenyum bahagia sepanjang harinya setelah proyek selesai, karena menurut rekan kontraktor tadi,

“Ketika klien puas, mereka tak akan ragu membantu kita. Mereka akan ceritakan kemampuan kita, akan promosikan kita. Darisana iklan gratis didapat, dari klien dapat klien, dari proyek dapat proyek”.

Dari cerita diatas, pertanyaan awal kita buka lagi. Kapankah anda akan berpuas hati?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *