Memprogram Proyek itu Penting

Uraian daftar pekerjaan yang harus dilaksanakan dan pendistribusiannya
Uraian sederhana daftar pekerjaan yang harus dilaksanakan dan pendistribusiannya


Sebelum lebih lanjut tulisan ini ditulis, bagaimana jika kita simak beberapa ilustrasi imajiner berikut ini?

Disebuah proyek, ketika lalu lintas tenaga masih begitu banyak dan proyek juga jauh dari mendekati akhir, sebuah tangga yang didesain finishingnya kayu, karena beberapa alasan, telah selesai dikerjakan. Apa jadinya? kayu yang merupakan barang mahal, yang dimana-mana memberi cita rasa desain yang hangat, menjadi hambar karena masih banyak orang hilir mudik membawa adonan mortar dan berang-barang lainnya yang berpotensi mengotori kayu. Mustahil, tukang kayu tidak mengulangi pekerjaan finishingnya di kemudian hari.

Di sebuah proyek lainnya, rumah tinggal, setelah selesai pasangan batako dipasang, segera masuk tukang terazzoo. Tukang terazzoo masuk, sebelum orang-orang MEP menyelesaikan pekerjaannya. Terbayang kan, bahwa orang-orang MEP perlu menanam pipa-pipa kabel, pipa-pipa air pada dinding? Apa jadinya jika di dinding yang hendak dipasang pipa-pipa instalasi tersebut telah dilapisi lapisan terazzoo? Bongkar pasang pasangan terazzoo tidak bisa dihindari, dan dikemudian hari tukang terazzoo harus kembali menambal pasangan terazzoo nya. Apa jadinya? Beberapa tukang yang mahir, mungkin bisa menyambung dengan sangat-sangat mirip, menyerupai apa yang sudah terpasang sebelumnya. Tapi jika tidak? jangan harap terazzoo anda indah sesuai harapan.

Disudut proyek lainnya, terlihat seorang tukang cat sedang menyelesaikan pekerjaanya dan tak jauh dari dia bekerja, tukang terazzoo menggamplas terazzoonya. Cat yang sedang dikerjakan berwarna cream, terazzonya berwarna abu-abu. Apa jadinya?

Beberapa ilustrasi diatas, semoga hanya ada dalam imajinasiku saja dan tidak terjadi di lingkungan kita. Ilustrasi imajiner diatas menyampaikan apa se kepada kita?

Bahwa proyek-proyek itu, tidak terprogram dengan baik. Atau program yang mungkin dibuat sebelumnya tidak realistis dan tumpang tindih. Dengan kata lain, manajemen proyeknya amburadul.Akibatnya apa? Ya, kerja dua kali atau mungkin berkali-kali, dan itu semua merugikan. Rugi waktu, rugi biaya, juga mungkin emosi dari yang mengerjakannya. Secara keseluruhan, ya rugi!

Terkadang, orang berfikir pendek dengan alasan alasan klise seperti mengejar target, mengejar prestasi kerja tapi dilakukan dengan cara yang justru mencederai prestasi kerja itu sendiri.

Beberapa orang suka berkata, kita harus melihat gambaran global, kita harus lihat “the bigger picture”, tapi hey, didalamnya itu ada banyak detail yang juga tidak kalah penting untuk diperhatikan.

So? Mari di seimbangkan dan sekali lagi , memprogram rencana kerja proyek itu penting.

2 comments on “Memprogram Proyek itu Penting

  1. Waduh….kacau bgt y mas!!jd ilfil sm lapangan…sy setuju, time schedule bgs bgt bwt ngontrol timing kerjaan,asalkan bwt time schedulena jg g asal-asalan…

  2. Memang benar, memprogram sebuah proyek sangat menentukan hasil akhir yang bisa dicapai oleh kontraktor, baik dari mutu pekerjaan maupun benefitnya. Biasanya dengan makin tingginya jam terbang seseorang dalam proyek, management yang dilakukan akan semakin baik. Mustahil kalau semua itu didapat hanya dengan belajar teori.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *