Pengalaman Bukan Segalanya

As we express our gratitude, we must never forget that the highest appreciation is not to utter words, but to live by them.John F. Kennedy

Dalam obrolan dengan beberapa orang, topik tentang pengalaman, rupanya merupakan sebuah topik yang menarik untuk disimak. Banyak alasan kenapa ini begitu menarik dan jika dipahami lebih dalam, sedikitnya akan menggelitik rasa penasaran di kepala untuk turut sejenak berfikir tentang itu.

Beberapa orang, begitu mengagungkan pengalamannya. Entah itu pengalaman yang di embel-embeli kata hidup, kerja atau pun sekadar kata cinta. Pengalaman hidup, pengalaman kerja, pengalaman bercinta. Sebaliknya, tak jarang pula ditemui banyak orang yang berada pada posisi pengalaman minim dalam hal-hal tersebut.

Pengalaman hadir bak dewa yang menentukan banyak aspek kehidupan, dan teramat menakutkan seperti ketakutan kepada dedemit jika tidak memilikinya. Sialnya, pengalaman diminta dimana-mana, dan dijadikan standard yang terkadang begitu mengerikan untuk dilihat.

Sebuah perusahaan menuntut seorang calon pegawainya berpengalaman sekian tahun di bidang ini, sekian tahun dibidang itu. Seorang begundal bangga dengan pengalamannya pernah membacok sekian orang dan seorang dengan rambut putih terurai begitu mudah meremehkan yang lain karena pengalamannya.

Hey hey, ini mau nulis apa?

Tulisan ini tidak hendak meremehkan dan atau menyatakan pengalaman itu tidak penting. Juga bukan hendak melawan seseorang yang memiliki pengalaman bejibun karena alasan subyektif.Tulisan ini, dimaksud untuk menempatkan makna pengalaman sebagai sesuatu yang tak perlu disakralkan dan menjadi penghambat untuk maju. Ini juga bukan berarti meremehkan makna pengalaman sebagai sebuah proses yang membentuk karakter seseorang sampai pada tahap tertentu yang telah dicapai.

Adakah yang lebih menarik dari sebuah pengalaman dan atau dengan apa sebaiknya pengalaman itu dihadapkan?Ada, dan satu kata yang pas untuk itu: komitmen.

Ide tentang tulisan ini, berangkat dari keluh kesah seorang pelaksana proyek, yang merasa tidak kompeten dan tidak berada pada posisi yang tepat hanya karena tidak memiliki pengalaman sebagai pelaksana proyek dan baru lulus. Bisakah seorang tanpa pengalaman menjadi seorang pelaksana sebuah proyek? Bisa, kenapa tidak?

Proyek, konstruksi misalnya, adalah sebuah obyek yang bisa dipelajari. Tanpa pengalaman, asal ditunjang pendidikan yang memadai dan komitmen kuat untuk menghadapi tantangan pekerjaannya, seseorang tetaplah bisa menjadi pelaksana sebuah proyek.Memang, dengan pengalaman segudang akan lebih baik. Tapi, tak perlulah mengeluh dan rendah diri hanya karena minim jam terbang.

Dengan komitmen untuk menghadapi tantangan yang kuat, seseorang akan makin terdorong untuk lebih mau menyerap pengalaman itu sendiri, dan tak harus mengalami sendiri pengalaman itu. Ia, bisa belajar dan menyerap pengalaman orang lain. Memang, seperti yang umum tergambar pada sebuah kurva belajar, pada tahap awal akan begitu tinggi titik kita berada dalam kurva tersebut. Dengan komitmen yang kuat yang kemudian melahirkan keinginan belajar yang juga tak kalah kuat serta kemauan untuk menyerap dan mempelajari pengalaman itu sendiri, dengan segera kita akan mencapai bagian datar dari kurva belajar itu.

Lalu, kawan, tetaplah berdiri dengan kepala tegak. Jangan berkecil hati hanya karena kurang pengalaman. Belajar sepanjang hidup adalah kata kunci yang penting untuk kita sematkan dalam pikiran kita.

Dan hey dunia industri, jangan kalian hanya berharap pada pengalaman-pengalaman jadi. Bukalah ruang untuk mereka yang ingin merintis pengalaman baru. Sisihkan pundi-pundi keuntungan kalian untuk membuka ruang-ruang belajar bagi generasi baru. Kalian akan menikmati hasilnya kelak. Begitu juga mereka.

Oya, satu lagi. Pelaksana proyek itu juga hanya sebuah contoh bidang pekerjaan. Silakan ditarik dan diterapkan kemana anda suka.

3 comments on “Pengalaman Bukan Segalanya

  1. Deskriminasi orang yang tidak berpengalaman adalah tidak memberikan suatu peluang kepada orang tersebut untuk membuktikan usahanya. Setiap orang berhak untuk mendapatkan sebuah kesempatan.
    Dan mesti disadari kalau semuanya berpijak dari sebuah proses!

  2. Seringkali orang lupa, sebelum menjadi orang yg berpengalaman, setiap orang pasti mulai dari pengalaman nol…tidak ada anak yg langsung bs berjalan, dia pasti mulai dari belajar berguling, duduk, merangkak, dan akhirnya berjalan…itulah PROSES!

1 Pings/Trackbacks for "Pengalaman Bukan Segalanya"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *