Ketika menulis tentang kesalah-kesalahan dasar dalam sebuah pelaksanaan proyek, aku ga pernah berharap itu benar-benar terjadi di lapangan terlebih pada proyek yang berskala besar dan terlebih merupakan proyek publik atau yang dibiayai oleh rakyat melalui APBN. Teramat sayang jika itu terjadi.
Namun apa lacur, hal itu terjadi juga. Setidaknya, menurut reportase yang dilakukan oleh Selebzone, telah terjadi ke-amburadulan pelaksanaan Proyek Dermaga Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk – Bali. Menurut reportase itu, pengerjaan proyek dinilai asal-asalan dan tidak sesuai dengan rancang bangun yang telah disetujui pemilik proyek dalam hal ini Dinas Budpar setempat.
Lebih lanjut tentang proyek tersebut, dari seorang sumber yang meminta agar namanya dirahasiakan, “Kayu ulin yang dipakai itu sepertinya kayu bekas karena banyak yang sudah pecah dan lapuk. Bahkan yang paling kelihatan kalau pakai kayu bekas pada kayu berupa plat untuk tiang di tangga samping kanan kiri dermaga.”
-
Satu lagi BLi. Tergantung juga pada niat baik atasan alias Bos. Seorang rekan saya bahkan dengan kesadarannya, memutuskan untuk mengundurkan diri dengan alasan ‘agar hasil karyanya’ itu tidak asal-asalan kelak. Berhubung Bos memintanya mengurangi volume sedang si owner minta yang sesuai spesifikasi. Ugh !
-
Fyuhhhhhh

3 comments
Comments feed for this article
Trackback link: http://bungtekno.com/teknosiana/proyek-amburadul-bukanlah-sebuah-kebanggaan/trackback/