Apa yang perlu disiapkan sebelum memasuki dunia kerja bagi lulusan Teknik Sipil?

Tulisan ini dipublish ulang dari jawabanku di Quora atas pertanyaan yang sekarang jadi judul dan sengaja dipublish disini untuk stimulasi agar hasrat nulisku muncul kembali.

Apa yang perlu disiapkan sebelum memasuki dunia kerja bagi lulusan Teknik Sipil?

Tergantung ke arah mana karir anda akan dibangun, karena sebagai sebagai sosok merdeka, anda berhak berkarir di mana pun sepanjang anda mau dan mampu.

Ok dipersempit seandainya ingin berkarir di bidang yang sama, teknik sipil. Ini pun, akan terbagi lagi keranah mana yang anda sukai.

Akademis? dosen misalnya? Dunia perencana atau konsultan? Dunia Kontraktor? Lagi lagi akan ditanyakan lagi. Elektif mana yang anda minati? Struktur? Transportasi? infrastruktur?

Banyak kan? Makin banyak pertanyaannya, makin personal persiapan yang anda perlukan.

Ok, kita general kan saja. Apapun arah dan bidang yang akan anda geluti kelak beberapa persiapan berikut sepatutnya dipersiapkan:

1. Persiapan teroritis.

Jangan berpikir misalnya selesai kuliah, urusan teori ini sirna, tidak dibutuhkan lagi. No. Tidak begitu.

Terutama jika anda memasuki dunia konsultan, dasar-dasar teori ini sangat penting. Penting sebagai dasar pemikiran, dasar tindakan, dasar mengambil keputusan dan juga dasar argumen menghadapi pihak-pihak lain yang menjadi mitra kerja anda.

Ketika bekerja sebagai pelaksana proyek (kontraktor) pun, pemahaman teoritis ini sangat membantu dalam berlogika. Teknik sipil itu kan sebagian besar mekanika dan logika. Mekanika saja tanpa logika, omong kosong, logika saja tanpa mekanika itu catastrophes. Kombinasi keduanya secara alami bisa dibentuk dari pengalaman dan belajar teori.

2. Persiapan Pendukung dan alat bantu.

Persiapan pendukung ini, persiapan anda menjawab kebutuhan praktis di lapangan. Misalnya penguasaan alat bantu berupa software maupun hardware.

Baik di lapangan maupun di kantor, seorang teknik sipil tidak akan bisa terlepas dari kedua alat bantu itu. Silakan di listing berapa banyak software yang perlu anda kuasai, semua lagi-lagi kembali kepada peminatan.

Anda di kontraktor? Sekadar membuka gambar anda butuh untuk paham dan minimal mampu mengoperasikan software CAD (Autocad, Briscad, Nanocad etc). Lalu untuk memprogram rencana proyek anda membutuhkan alat bantu penjadwalan dari yang sederhana dengan mulai sketching coratcoret, dengan excel atau dengan software commercial yang lebih advance semacam Microsoft project maupun primavera.

Anda di konsultan? Software desain perlu anda pahami dan persiapkan untuk dikuasai. Banyak untuk disebut, silakan googling tentang ini.

Namun, terkait dengan software-software ini, secanggih apapun itu, tetap terpenting adalah ANDA sebagi penggunanya. Software hanyalah alat bantu, garbage In garbage out. Untuk itulah, persiapan pada poin 1 diatas sangat-sangat vital. Terlebih, mengingat persiapan pendukung ini tidak selalu mudah dan tidak selalu tersedia, anda tidak perlu risau. Itu semua bisa dipelajari sambil berkarir sesuai kebutuhannya nanti. Dunia kerja tidak menuntut satu orang bisa mengerjakan semuanya. Jangan risau kalo belum siap.

Perlu diingat juga, tidak semua persoalan Teknik sipil perlu diselesaikan dengan software. Penyelesaian manual seringkali tampak lebih elegan lho.

3. Persiapan mental

Persiapan ini yang rasanya tak kalah penting dari dua persiapan diatas, karena banyak hal mungkin terjadi diluar prediksi dan ego anda sebagai seorang lulusan teknik sipil. Terkadang terkesan memalukan, kadang menantang, kadang diluar imajinasi anda.

Mau tau?

Di lapangan, anda ketemu Mandor atau tukang yang lebih berpengalaman, yang lebih bisa ngomong yang kadang tengil meremehkan anda yang baru lulus. Gimana rasanya?

Di lapangan, anda membuat usulan metode kerja ini itu panjang lebar kali tinggi, ternyata tidak bisa dilaksanakan dan dikalahkan oleh idenya tukang yang lebih sederhana. Gimana rasanya?

Di lapangan, anda diminta memeriksa pekerjaan surveyor misalnya, namun yang namanya theodolit aja gimana settingnya ga tau. Gimana rasanya?

Lalu, Anda kerja di konsultan. Sudah merasa mentereng kerja kantoran, pas interview menjelaskan detail operasional software ini itu, eh pas diterima kerja malah harus menyelesaikan kerjaan warisan karyawan sebelumnya yang resign dan diluar kemampuan anda? Gimana rasanya?

Anda kerja di konsultan, karena sesuatu hal anda diminta menggantikan teman untuk meeting dengan client. Client nya ternyata orang Inggris yang baru datang, belum lancar berbahasa Indonesia, anda diminta menjelaskan rencana kerja anda dengan bahasa Inggris yang ternyata tidak anda kuasai. Piye jal?


Wel, setiap kemungkinan berujung pertanyaan ya? Mo gimana lagi begitulah faktanya dunia kerja. Tidak semua mulus seperti yang anda bayangkan.

Tapi apapun itu, bagi orang teknik sipil, persiapan terpenting adalah selalu memelihara rasa ingin tahu, memelihara hasrat untuk terus mengembangkan diri hasrat untuk maju. Medianya banyak, mulai dari teman sejawat, asosiasi profesi dan media sosial sekalipun.

Jangan mudah menyerah sama keadaan, belajar, belajar dan belajar. Belajar pun, tidak melulu dari buku, dari pengalaman orang lain di sekitar kita pun sangat penting. Kalo baru lulus, lebih banyak menyimak, mereview, memverifikasi informasi itu lebih baik dibanding mendahulukan hasrat bicara dan memenuhi nafsu ingin didengar.

Sebuah kutipan penting dari salah seorang Structure Engineer Besar, Ahmad Rahimian, begini katanya,

1) Have the right attitude and be a team member — just like a team sport; 2) Get the job done, no matter what. Like the Nike slogan — Just Do It. Nowadays, unfortunately, people make many excuses; and, 3) Be passionate about learning. There’s always something new to learn. (rujukan aslinya tidak ditemukan lagi secara daring)

Link asli di Quora, https://id.quora.com/Apa-yang-perlu-dipersiapkan-sebelum-masuk-ke-dunia-kerja-untuk-lulusan-Teknik-Sipil/answer/Arif-Nofiyanto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *